Jumat, 02 Desember 2016

Before I Die: Hal-hal yang akan Dilakukan Sebelum Mati

Penulis: Jenny Downham
Penerbit: Grantika Publishing
Penerjemah: Indriani Grantika
Penyunting: Indriani Grantika
Tahun Terbit: Cetakan III Desember 2012
ISBN: 9786021814703


Apa yang akan kamu lakukan bila dokter mengatakan umurmu tinggal sebentar lagi karena kamu terkena penyakit kanker yang mematikan? Apakah kamu akan menyiapkan daftar keinginan yang akan diwujudkan sebelum meninggal atau menerima dengan pasrah dan menunggu kematian datang?

Tessa Scott, seorang gadis remaja belasan tahun, divonis terkena kanker leukimia dan membayangkan dirinya akan mati tak lama lagi. Setiap periksa ke dokter, dokter selalu mengatakan hal-hal yang menakutkan mengenai penyakitnya.

Agar tidak mati dengan rasa penasaran, Tessa menuliskan daftar keinginan yang akan dia wujudkan sebelum mati. Sayangnya, daftar keinginannya itu anti mainstream dan berbahaya. Sebut saja, ingin bercinta (melepas keperawanan), melanggar hukum, mengunakan obat-obat terlarang, dan sebagainya.

Pada bab awal, Tessa langsung melakukan keinginan pertamanya, yaitu bercinta. Dengan bantuan sahabatnya, Tessa berhubungan intim bersama seorang pemuda ugal-ugalan, Jake. Setelah melakukannya, Tessa tak merasa mendapatkan hal hebat tapi justru hambar.

Setelah itu, Tessa melakukan perbuatan melanggar hukum yaitu mencuri di supermarket. Ayahnya datang untuk membebaskannya. Ayahnya merasa sedih karena Tessa sering susah dimengerti. 

Yang mengherankan, Ibunda Tessa hanya sesekali datang menengok anak-anaknya. Tipe ibu yang cuek. Setelah bercerai, Tessa dan adiknya memang tinggal bersama ayahnya karena sang ibu individualis. 

Saya membayangkan keadaan keluarga itu dan betapa tabahnya sang ayah. Pada beberapa adegan, sang ayah merasa lelah mengurus anak-anak dan salah satunya sakit parah. Apalagi Tessa sering melakukan perbuatan yang berbahaya. 

Percayalah, ada banyak ibu yang tak peduli kepada anak-anaknya. Setelah bercerai, mereka bisa dengan mudah meninggalkan anak-anaknya. Menariknya di sini sang ayah tetap sabar menghadapi Tessa yang galau sehingga berbuat kenakalan saat sedang sakit. 

Kita diajak merasakan kegalauan seorang remaja yang punya banyak impian tapi terhalang penyakit berat. Kita diajak menyelami perasaan seorang ayah yang anaknya terkena penyakit berat. Tentang ibunya, datar-datar saja karena ibunya kurang terlihat peduli. 

Bumbu pemanis pada kisah ini ada pada Adam, lelaki muda tetangga Tessa yang sehari-hari mengurus ibunya yang kurang waras. Adam tahu Tessa sakit, tetapi dia jatuh cinta kepada Tessa.

Tessa menemukan semangatnya kembali setelah bertemu Adam. Apakah Adam akan terus menemaninya menyongsong kematian?  Endingnya barangkali bisa ditebak, tetapi mengikuti detik-detik terakhir seorang gadis remaja dalam menyongsong kematiannya sangatlah mengharukan. 

Berhasilkan Tessa menikmati setiap momen dalam hidupnya dengan hal-hal yang membahagiakan? Berhasilkan Tessa menemukan cintanya pada sosok  Adam? 

Tessa, gadis yang rapuh karena perceraian orangtuanya, semakin rapuh lagi saat divonis terkena kanker. Padahal dia punya banyak mimpi yang dirangkainya bersama Joey. Ayahnya, seorang orang tua tunggal, tiba-tiba harus mengurus gadis remaja yang terkena kanker. 

Tessa hanya ingin mati dengan bahagia, di dekat orang-orang yang mencintainya. Ayahnya, ibunya, adiknya, dan lelaki yang menerimanya dalam keadaan sakit: Adam. Dari cerita ini juga kita belajar bahwa setiap orang membutuhkan cinta. Sekalipun orang itu adalah anak dari keluarga yang bercerai. 

Tokoh yang paling saya acungi jempol adalah ayah Tessa, seorang lelaki yang kuat dan tegar. Merawat anak yang sedang sakit, termasuk saat Tessa menghabiskan batas kartus kreditnya untuk membeli barang-barang yang diinginkan. Sang ayah tidak marah, karena dia tahu anaknya sedang sakit dan hidup tidak lama lagi.

Jika Anda memiliki teman atau keluarga yang meninggal karena penyakit kanker, Anda pasti sulit menahan air mata saat membaca akhir kisah ini. Untuk Anda yang penasaran mau baca novel ini, pemesanan buku secara langsung ke akun penerbit diskon 30%  Facebook Penerbit Grantika, twitter: @GrantikaBooks.




2 komentar:

  1. Mbak ini tokohnya bule ya? Dari namanya hehe
    Ini pasti bukunya inspiratif, bikin lbh menghargai hidup ya TFS

    BalasHapus
  2. Sebagai perawat yg sering merawat pasien kanker aku ngerti banget ketakutan pasien2 kanker ini mbak..kadang aku juga ikut menangis ketika mereka curhat...

    BalasHapus