Minggu, 02 Februari 2014

Love Puzzle: Menyatukan Kepingan Misteri

Love Puzzle by Eva Sri Rahayu

Judul: Love Puzzle
Penulis: Eva Sri Rahayu
Penerbit: Teen Noura
Tahun Terbit: November, 2013
Jumlah Halaman: 286
ISBN: 978-602-1606-04-9
Ukuran Buku: 13x19 cm

“Misteri dan intrik percintaan yang dibungkus dalam gaya penulisan yang lugas dan gampang dinikmati. Karya Eva selalu menjadi favoritku sejak novel pertamanya.” Agung Kurniawan, co-host 1001 Fakta, actor, penyanyi.


Kenapa Membeli Novel Ini?
Sudah lama saya mengenal nama Eva Sri Rahayu, sejak novelnya yang berjudul Dunia Trisa. Tapi, saya belum pernah membaca novel itu lho. Jadi, saya baru kenal Eva sebagai penulis setelah melihat promo-promo bukunya. Akhirnya, kesampaian juga menikmati novel Eva yang berjudul Love Puzzle ini. Alasan pertama, untuk mengikuti lomba reviewnya. Alasan kedua, seperti ada energi yang menarik saya untuk membeli novel ini. Jujur saja, saya orangnya penuh pertimbangan dalam membeli buku, apalagi kalau belum pernah membaca karya penulis itu. Saya tidak tahu energi apa yang membuat saya yakin untuk membeli novel ini. Anggap saja saya sedang berspekulasi. Alasan ketiga, saya penasaran dengan Eva Sri Rahayu, kenapa namanya mirip dengan Eva Sri Rezeki, penulis novel Cine Us? Tadinya saya mau ikut lomba review novel Cine Us, tapi terlambat saking banyaknya lomba. Ternyata, mereka berdua saudara kembar! Surprised! Jelas saja makin bikin penasaran untuk baca novel ini.

Sinopsis
Seorang cewek SMA bernama Rasi, punya hobi fotografi yang membuat dia selalu sigap mengabadikan peristiwa-peristiwa di sekitarnya. Ketika sedang memotret dari atas atap Bandung Indah Mall, seorang cowok menepuk pundaknya. Mereka berkenalan. Nama cowok itu, Raja. Hari berikutnya, Rasi kembali bertemu dengan Raja di klub basket profesional, tapi cowok itu tidak mengenalnya. Rasi jadi penasaran. Kemudian, Rasi berkenalan dengan seorang cewek bernama Ayara, yang tersesat, dan Rasi mengantarnya sampai ke halte bus. Ternyata Ayara ada hubungannya dengan Raja. Sejak itu, Rasi terseret ke dalam kepingan-kepingan misteri yang menyelimuti Raja, Ayara, dan cowok misterius di atas atap BIM. Misteri apakah yang menyelubungi Raja? Buat gambaran isi cerita, tonton deh book trailer Love Puzzle di bawah ini. 

Ulasan
Beberapa waktu lalu, saya membaca postingan seorang editor fiksi mengenai bagaimana cara menulis novel yang memikat sampai halaman terakhir. Caranya adalah: ciptakan rahasia di dalam rahasia. Jujur saja, belakangan ini saya sering tidak menyelesaikan novel-novel yang sedang saya baca karena sudah keburu disergap rasa bosan sebelum mencapai konflik. Tidak banyak penulis yang sanggup menulis bab-bab pertama dengan bagus dan memancing rasa penasaran. Salah satu novel memikat yang pernah saya baca dan terus menarik saya untuk terus membacanya sampai halaman terakhir adalah novel The Da Vinci Code, karya Dan Brown. Di setiap akhir babnya selalu disajikan rahasia sehingga pembaca terpancing untuk melanjutkan membaca bab selanjutnya. Itulah yang saya temukan pada novel Love Puzzle ini. Eva Sri Rahayu berhasil menarik saya untuk terus membaca novelnya bahkan sejak prolog!

Prolog dibuka dengan adegan Rasi kecil yang menceritakan pengalamannya melihat hantu. Dia tahu itu dari cerita ibunya. Membaca prolognya, saya pikir ini novel horor. Terus terang, saya tidak suka novel horor, tapi harus selesai membaca novel ini karena harus membuat reviewnya. Untunglah deskripsi Eva tak membuat saya berhenti membaca, bahkan makin penasaran. Memasuki Bab 1 yang diberi judul Puzzle 1, rasa penasaran itu semakin menguat, terutama terhadap sosok Raja yang misterius. Saya mulai  menebak-nebak misteri yang mengelilingi kisah Rasi dan Raja ini, sampai di halaman 60, tebakan saya agaknya berhasil. Ternyata... begitu saya teruskan membaca, saya kembali dibuat bingung oleh Eva. Eva begitu cerdas dengan tidak membiarkan pembaca mengetahui lebih cepat rahasia Raja.

Ilustrasi di halaman pertama yang cantik
Novel ini sampai ke tangan saya pada sore hari. Saya baca sebentar-sebentar sambil menemani anak-anak bermain. Jam 9 malam, saya teruskan membaca, dan rupanya saya tidak bisa berhenti membaca sampai tengah malam, hingga kisahnya berakhir. Setelah selesai, saya hanya bisa berkata, “Wow.. keren… Gak nyesel deh beli novel ini.” Ini bukan pujian semata karena sedang ikut lomba reviewnya lho, ini pujian yang sungguh-sungguh karena memang itulah yang saya rasakan. Bahkan saya jadi ingin membaca karya Eva Sri Rahayu lainnya.

Kelebihannya, ada pada:

Gaya bercerita yang asyik, khas remaja, sesuai untuk pembaca remaja yang disasar oleh novel ini. Gaya bercerita itu membuat saya tidak perlu berkerut-kerut bingung mencerna maknanya. Menggunakan Pov 3, sehingga karakter setiap tokohnya terasa lebih kuat. Rasi yang bersahabat, baik, tapi juga “bodoh” berdasarkan penuturan Raja ketika mengajari Rasi berlatih basket. Raja yang keras, pemberontak, cuek, tetapi rela berkorban untuk kebahagiaan keluarga dan orang-orang yang dicintainya. Sedangkan Ayara memiliki karakter, rapuh, lemah, tidak percaya diri, dan cengeng.

Misteri-misteri yang disajikan membuat saya tidak mau berhenti membacanya. Seperti anak-anak yang sedang bermain puzzle, penasaran ingin menyatukan kepingan-kepingannya. Tidak mudah untuk membuat cerita yang demikian. Pantas saja jika novel ini butuh waktu empat tahun untuk bisa sampai ke tangan pembaca. Proses memang tidak pernah bohong. Karya yang diciptakan dengan sungguh-sungguh, akan terasa kualitasnya.

Novel ini bisa membuat saya ikut larut ke dalam ceritanya. Berdebar-debar ketika mulai tumbuh cinta di antara Rasi dan Raja. Penasaran dengan kepingan puzzle yang tersebar di mana-mana. Gemas dengan sikap Ayara, dan sebagainya.

Pesan yang disampaikan sangat banyak, diantaranya: 1. Mau berkorban untuk kebahagiaan orang lain sebagaimana yang ditunjukkan oleh Iskandar, Raja, dan Rasi. 2.  Agar orang tua tidak membanding-bandingkan anak-anaknya. Tanpa sadar, perbandingan dari orang tua memunculkan rasa ingin lebih unggul, walaupun mereka saling mencintai. Ada rasa sakit sekaligus bangga setiap kali salah satunya dipuji dan dijatuhkan (halaman 142). 3. Dapat menerima kenyataan sepahit apa pun, dan tidak hidup dalam kepalsuan. “Sudah waktunya menghentikan semua penderitaan ini. Jujur, betapa pun menyakitkannya kenyataan, itu jauh lebih baik, bukan?” (halaman 257).

Setting Bandung semakin kuat dengan adanya adegan Rasi dan Raja yang berwisata ke Trans Studio dan mencoba beberapa wahana yang ada di sana. Membuat saya teringat kembali impian mengunjungi Trans Studio Bandung yang belum terlaksana sampai sekarang, hiks….

Ada adegan Rasi dan Raja jalan-jalan ke Trans Studio Bandung
Secara penampilan fisik, novel ini juga mendukung untuk dibaca. Kover yang selaras dengan isi cerita, jenis font huruf yang bersahabat dengan mata, dan tidak ada kesalahan ketik (kecuali kalau Anda menemukannya. Mata saya tidak menemukan typo).

Namun, selain kelebihan tentu juga ada kekurangan, walaupun tidak banyak. Kekurangan novel ini, menurut saya:

Tak terhitung penulis yang memanfaatkan momen kebetulan untuk mempertemukan tokoh-tokoh mereka. Novel ini juga tidak dapat menghindari momen kebetulan itu, salah satunya adalah pertemuan Rasi dengan Ayara, yang ternyata pacar Raja. Rasi dan Ayara berbeda sekolah, tapi kebetulan bertemu ketika Ayara sedang celingak-celinguk mencari jalan. Kemudian mereka bersahabat, eh ternyata Ayara itu pacar Raja, sedangkan Rasi sudah mulai jatuh cinta kepada Raja. Konflik seperti ini beberapa kali saya temukan dalam novel sejenis. Bisa saja dibuat begini: ketika Rasi sedang menyelidiki Raja, dia menemukan satu nama yang dekat dengan Raja yaitu Ayara. Rasi pun mendekati Ayara untuk mencari tahu perihal Raja. Nah, kalau yang ini lebih banyak digunakan oleh… Detektif Conan! Hehehe…..

Diceritakan bahwa Ibunda Raja lebih sering memuji-muji dan menyayangi Iskandar, kakak Raja. Itulah yang menjadi penyebab pemberontakan Raja. Akan tetapi, ada kalimat begini, “Sejak kelas satu, Alexander (Raja) selalu mendapat rangking satu, sedangkan Iskandar rangking tiga. Selama itu juga kuping Iskandar selalu panas mendengar pujian ibunya untuk Alexander setiap pembagian raport.” (halaman 124). Saya mengalami gagal paham pada kalimat di atas. Bukankah Iskandar yang lebih sering dipuji oleh ibunya, sehingga Raja memberontak demi mencari perhatian ibunya? Mungkin Eva bisa menjelaskan kepada saya?

Berapa bintang yang saya berikan untuk novel ini di Goodreads? Saya berani memberikan 4 bintang dari 5 bintang, karena 5 bintang itu khusus penulis-penulis legendaries. Congrats, Eva! Novelmu membuat saya ketagihan! 









8 komentar:

  1. Mbak Ela resensinya tambah mantep.. :)
    Sukses yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. semoga aja doa Mba Linda terkabul :D

      Hapus
  2. Komplit sangat mbak, saya sampai sekarang gak ngerti loh cara upload video di blog hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gampang Mba, cari judul videonya aja di blognya.

      Hapus
  3. Mbak... reviewnya bagus lo!
    Kalau menurutku sih mbak, soal rasa cinta yang berat sebelah antara alex dan iskandar itu disebabkan karena usaha iskandar agar tak kehilangan cinta dari orang tuanya (karena kalah pintar dari alex), iskandar menjadi anak yang penurut, sementara alex jadi anak yang semau gue. Ingat kan adegan Iskandar diperkenalkan pada Aya? Saat itu kan Ibunya Iskandar sudah sebel karena alex "menghilang" dan selama ini iskandar yang rajin menutupi sikap seenaknya si alex.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...
      Ooh gitu ya, bener juga ya.... sip.

      Hapus
  4. Terima kasih reviewnya, Mbak ^_^

    Iya, jadi waktu kecil Alex itu lebih berprestasi. Iskandar berusaha mati-matian mengunggulinya saat besar.

    BalasHapus
  5. Suka dengan reviewnya. Ciamik ^^b

    BalasHapus