Selasa, 13 Januari 2015

Sedapnya Menjadi Mama dalam Mommylicious


Judul: @Mommylicious_ID
Penulis: Murtiyarini dan Rina Susanti
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit: Jakarta, 2014
Jumlah Halaman: 173
ISBN13: 978-602-249-680-9

Saya mengenal Mbak Arin dan Mbak Rina sebagai emak blogger yang rajin mengikuti lomba blog dan kuis-kuis di sosial media. Keduanya sering memenangkan perlombaan tersebut, dan rupanya perkenalan mereka pun karena sama-sama diundang untuk menerima hadiah lomba. Saya pun tahu bahwa kedua emak blogger itu lebih senang menulis tentang pengasuhan anak (parenting). Daaaan… inilah buku duet mereka yang bertema parenting.


Menjadi Mama memang memberikan pengalaman baru dalam hidup seorang wanita. Sejak kelahiran seorang bayi, wanita akan menjalani kehidupan yang berbeda. Pengalaman baru itulah yang dirangkum oleh Murtiyarini dan Rina Susanti di dalam buku ini dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada mama-mama yang membacanya.

Mama Murtiyarini, sebagai seorang ibu pekerja perlu diacungkan jempol. Selain bekerja di kantor, dia juga seorang penulis dan blogger yang sering memenangkan perlombaan berhadiah wow. Tak heran bila kemudian dia dinobatkan sebagai Srikandi Blogger Inspiratif 2014 atas semangatnya menulis di blog, tak sekadar ngeblog tapi juga menghasilkan. Bagaimana caranya membagi waktu untuk bekerja, menulis, dan mengasuh anak-anak? Kita bisa membaca sebagian tipsnya di dalam buku ini, yang ditulis dalam bentuk cerita.

Mama Rina, pernah bekerja kantoran tapi kemudian menjadi freelancer (pekerja lepas). Semangatnya untuk berbagi pun tak dibatasi oleh tugas-tugas kerumahtanggaan karena dia berusaha menjalankan semua kewajibannya secara seimbang. Dari cerita-ceritanya, kita bisa mendapatkan motivasi dan semangat untuk teguh menjalankan tugas seorang Mama sekaligus berperan di ruang publik.

Membaca Mommylicious
foto: dok. pribadi
Pengalaman keduanya di dalam buku ini ditulis berurutan dari mulai kelahiran anak pertama, pemberian ASI, membagi waktu antara mengasuh anak dan bekerja, memanfaatkan waktu luang untuk hobi, interaksi bersama anak-anak, dan lain sebagainya. Membaca cerita mereka yang pendek-pendek, seperti membaca isi blog keduanya yang digabung menjadi satu. Barangkali, bila pembaca buku ini sudah menjadi mama, mereka akan berkata, “Ah, ini saya banget!” karena cerita Mama Arin dan Mama Rina sesungguhnya merefleksikan pengalaman mama-mama pada umumnya.

Beberapa pengalaman kedua mama ini yang berkesan di benak saya, adalah:

Ketika Mama Arin menyebut kata “mimo” untuk menggantikan kata “nenen (menyusui ASI).” Ide yang kreatif, sementara ibu-ibu masih terbiasa menggunakan kata “nenen.”

Berempati kepada ibu-ibu yang terpaksa memberikan susu formula kepada bayinya karena ASI-nya benar-benar tidak keluar, sebagaimana yang dialami oleh Mama Rina. Mama Rina sudah melakukan berbagai upaya agar ASI-nya keluar,  tetapi gagal. Sebaliknya, Mama Arin malah menyusui sampai putrinya berusia 4,5 tahun. Saya sampai berulang-ulang membaca cerita Mama Arin, benarkah se-lama  itu? Itu karena Mama Arin merasa kehilangan bila lepas menyusui.

Sulitnya mencari me time. Kedua Mama ini sama-sama memanfaatkan me time (waktu untuk sendiri) dengan menulis dan berselancar di dunia maya. Sesederhana itu, tapi hal yang sederhana pun sulit sekali meraihnya. Kesibukan bekerja dan mengasuh anak membuat keduanya sulit meluangkan waktu untuk hobi menulis. Lucu sekali membaca pengalaman kedua mama ini pada saat mencuri-curi waktu untuk melampiaskan hobi. Pada tulisan berjudul “Kopi Panas,” akan terbaca pengalaman Mama Arin “kucing-kucingan” dengan putranya yang masih balita, sekadar untuk menghirup kopi panas di malam hari.

Soal pengasuhan anak ketika ibu bekerja, Mama Arin mempercayakannya kepada Day Care, sedangkan Mama Rina memakai jasa pengasuh anak. Tentu saja tidak bisa sembarangan memilih Day Care dan pengasuh anak, orangtua harus jeli menilai agar anak-anak tidak mengalami trauma kekerasan fisik dan psikis oleh oknum Day Care dan pengasuh anak, sebagaimana yang banyak diberitakan di teve-teve. Mama Arin sendiri merasakan positifnya menitipkan anak di Day Care, anak jadi lebih mandiri dan mudah bersosialisasi. Sedangkan Mama Rina, walaupun menggunakan pengasuh anak, tetap tidak melupakan tugas sebagai ibu. Tidak semua tugas pengasuhan anak diserahkan kepada asisten, karena akibatnya anak-anak akan lebih dekat dengan pengasuh daripada ibunya.

Cerita seru dua Mama ada di sini :-)
foto: dok. pribadi
Membaca cerita kedua mama ini barangkali akan membuat kita tersenyum-senyum, geregetan, mengangguk-angguk, ternganga, sampai tertawa-tawa. Sebuah buku yang layak dibaca para mama, menyadarkan betapa menyenangkannya menjadi mama. Bahwa menjadi mama memang delicious, sebab itu buku ini diberi judul Mommylicious :D

It’s a long, long journey
Have a great experience of being a mother
It’s mommylicious! (halaman 171)

Bagi saya sendiri, membaca buku Mommylicious ini seperti menyelami kehidupan saya sehari-hari sejak anak-anak lahir ke dunia. Pengalaman Mama Arin dan Mama Rina sebelas dua belas dengan pengalaman saya. Yang paling dekat adalah pengalaman kedua mama dalam mencari Me Time untuk menulis dan ngeblog, barangkali karena kami bertiga sama-sama mama blogger dan penulis. Me Time bagi kami cukuplah sekadar bisa menulis dan ngeblog. Saya tertawa-tawa dalam hati membaca kelucuan Mama Arin dan Rina mencari Me Time. Serasa berada di surga manakala bisa menulis dan ngeblog tanpa diganggu oleh anak-anak walau hanya satu jam-dua jam.

Membaca buku ini memberikan saya pemahaman bahwa saya tidak sendiri di dunia ini. Banyak mama lain yang memiliki pengalaman serupa. Barangkali jika kita merasa sendiri, kita akan mudah mengeluhkan tugas-tugas menjadi mama yang terasa menyulitkan. Sejatinya, menjadi Mama adalah tugas paling sedap di antara tugas-tugas lainnya, karena kita sedang menumbuhkan kehidupan generasi berikutnya.










12 komentar:

  1. Wah harus beli ini bukunya

    BalasHapus
  2. setuju mak...jadi merasa punya teman senasib ya :)

    BalasHapus
  3. Yang calon bapak boleh juga kayaknya baca-baca gak emak2 doang.

    BalasHapus
  4. Mau pesen ah sama dou emak yg keren2

    BalasHapus
  5. Wah.... kayaknya mesti baca nih, pengen tau deh gimana rasanya jadi Mama Blogger :)

    BalasHapus
  6. mommy mommy banget ya... senasib sama mba rina soal ASI, jadi pengen beli bukunya dan ikutan GA ini deh..

    BalasHapus
  7. Aku blom ikutan lombanya Mak...
    Padahal bukunya udah lama punya..
    Ikutan ah....jadi semangat...:-)

    BalasHapus
  8. betul ya mak, bahwa emak2 semua pasti memiliki pengalaman yg serupa dan kita merasa tdk sendiri

    BalasHapus
  9. iya bener, banyak pengalaman serupa di buku ini :)

    BalasHapus
  10. saya masih membayangkan diriku gimana nanti kalo sdh jadi mama... bukunya kereen, modal bagi cewek yg belum nikah hahaha

    BalasHapus
  11. efek kelamaan menyusui mungkin, bun. jadi begitu mau dilepas mamanya yang ngerasa udah lekat sama si anak, ga rela buat menyapihnya. ada temenku yang kayak gitu. tapi lama juga ya? :D

    BalasHapus
  12. thnak u mak Leyla resensinya dan ikutan GA nya :)

    BalasHapus