Kamis, 05 Februari 2015

Super Health: Gaya Hidup Sehat Rasulullah


Judul: Super Health: Gaya Hidup Sehat Rasulullah
Penulis: Egha Zainur Ramadhani
Penerbit: Pro U Media
Tahun Terbit: Cetakan 3, Maret 2008
Jumlah Halaman: 238
ISBN: 978-979-1273-02-2

Sepanjang hidupnya, Rasulullah Saw hanya sakit dua kali, yaitu saat terkena sihir dari orang kafir dan saat menjelang kematiannya. Tubuh Rasulullah Saw senantiasa sehat dan kuat, apa rahasianya? Tak ada rahasia lagi, kok, karena gaya hidup sehat Rasulullah Saw sudah dijabarkan secara gamblang melalui ayat-ayat Al Quran dan hadist-hadistnya. Dalam Islam, ritual-ritual ibadah yang kita lakukan tak hanya sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt, tapi ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan. Tidak percaya?


Egha Zainur Ramadhani, penulis buku ini adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran UGM. Tak heran jika tulisan di dalam buku ini bukan sekadar retorika melainkan sudah dibuktikan secara ilmiah. Ritual ibadah yang dilakukan umat Islam mulai dari thaharah (kebersihan diri), salat Tahajud, Duha, Subuh, salat wajib, puasa, membaca Al Quran, dan lain sebagainya, juga bermanfaat bagi kesehatan. Dengan kata lain, sehat yang berpahala. Beribadah untuk meraih pahala, sehat pun didapat. Setelah membaca buku ini, barangkali bagi Anda yang masih malas-malasan beribadah, akan semakin termotivasi karena manfaatnya sangat besar. Allah Swt dan Rasul-Nya tidak menyuruh kita melakukan ibadah yang sia-sia.

Islam mewajibkan kita membersihkan diri sebelum mulai beribadah, yaitu: mandi, berwudhu, dan sikat gigi. Sebagaimana yang kita ketahui secara ilmu kedokteran, aktivitas membersihkan diri itu memang sangat baik bagi kesehatan karena dapat mematikan kuman-kuman berbahaya. Saat berwudhu, kita harus mencuci tangan. Tangan adalah pintu masuk penyakit, karena tangan memegang apa saja yang menjadi tempat berdiam kuman penyakit. Menggosok gigi pun nyaris diwajibkan, terlebih bila kita memakan makanan yang berbau, kita harus sikat gigi dulu sebelum salat. Terbukti bahwa menggosok gigi sangat baik untuk kesehatan, karena gigi yang tidak bersih akan berlubang dan menyebabkan penyakit yang lebih serius. Rasul Saw bersabda, “Seandainya tidak  memberatkan ummatku, maka akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan salat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kamu suka stress menghadapi rutinitas sehari-hari? Berarti kamu harus rutin salat Tahajud! Ya, salat di sepertiga malam itu ternyata dapat menstabilkan hormon kortisol (hormon yang bermanfaat untuk melawan stress harian). Kadar tertinggi kortisol dicapai setelah tengah malam (antara jam 2 sampai 3.30 dini hari). Tingginya kadar kortisol ini bermanfaat untuk melawan stress harian, tapi juga menekan sistem imun sehingga kita gampang sakit. Solusi untuk menstabilkannya adalah dengan salat Tahajud! Akan tetapi, kita harus ikhlas melakukannya. Jika kita merasa terbebani melakukan salat Tahajud, maka sekresi kortisol tetap tinggi, sehingga terjadi penekanan produksi sistem imun (halaman 56).

Siapa yang berpendapat bahwa tidur siang itu membuang-buang waktu? Berarti dia tidak tahu bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat membiasakan tidur siang di tengah hari. Setelah dilakukan penelitian pada mereka yang rutin tidur siang 30 menit setiap harinya, memiliki risiko 30% lebih rendah terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah tidur siang (halaman 106). Subhanallah! Luar biasa ya, ternyata tidur siang pun bermanfaat untuk kesehatan. Pada anak-anak, tidur siang dibutuhkan untuk pertumbuhan karena berfungsi memacu tinggi badan. Sayangnya, anak-anak saya sudah susah disuruh tidur siang setelah usianya di atas 4 tahun.

Di setiap gerakan salat juga memiliki manfaat medis yang luar biasa untuk kesehatan tubuh kita. Dari mulai takbir, rukuk, sujud, duduk, dan salam, dapat memperlancar peredaran darah, relaksasi, peregangan, dan memperkuat tulang sehingga mencegah penyakit osteoporosis. Tentunya, gerakan-gerakan itu harus dilakukan secara benar dan khusyuk. Membaca Al Quran, berzikir, berpuasa, bahkan tidur pun bermanfaat untuk kesehatan. Ada anjuran untuk memperhatikan waktu dan cara tidur, karena berpengaruh terhadap produksi Melatonin (hormon yang mengandung antioksidan terkuat untuk melawan penyakit). Hormon ini dihasilkan pada petang hingga dini hari, sehingga kita dianjurkan untuk segera tidur setelah salat Isya dan bangun pada dini hari untuk salat Tahajud (halaman 173).

Membaca buku ini membuat saya terus bertasbih, menyadari begitu banyaknya manfaat ibadah yang diwajibkan dan disunahkan bagi umat Islam. Walaupun penulisnya seorang dokter, tapi penjelasannya dapat diterima dengan mudah karena menggunakan bahasa yang asyik dan renyah. Hanya saja, istilah-istilah ilmiah (Kimia dan Biologi) dalam kedokteran, ada kalanya butuh waktu lama untuk dipahami terutama bagi pembaca yang  tidak bersinggungan dengan ilmu-ilmu kedokteran. Setelah membaca buku ini, saya semakin yakin bahwa ajaran Islam begitu sempurna. Tak hanya sehat bagi rohani, melainkan juga jasmani.



2 komentar:

  1. Bukunya bagus ya mbk, jadi pengen baca
    Untuk tahajud yg dianggap paling berat sudah saya buktikan sendiri, ketika rutin melakukannya tubuh terasa sehat sekali, tapi ktika mulai bolong, tubuh gampang sakit. Mudah2an bisa merutinkan lagi.

    BalasHapus
  2. lengkap ulasan mbak Leyla

    BalasHapus